sang Alkemist (The Alchemist) - Mario Puzo
Minggu, 20 Desember 2009 06:12
Administrator
Sang Alkemist (Bahasa Indonesia) Pengarang : Mario Puzo
"Mengapa kita harus mendengarkan suara hati kita?" tanya si anak, ketika mereka mendirikan tenda pada hari itu."Sebab, di mana hatimu berada, di situlah hartamu berada." Demikian selintas percakapan antara sang Alkemis dan Santiago, anak gembala yang mengikuti suara hatinya dan berkelana mengejar mimpinya. Perjalanan tersebut membawanya ke Tangier serta padang gurun Mesir, dan di sanalah dia bertemu sang alkemis yang menuntunnya menuju harta karunnya, serta mengajarinya tentang Jiwa Dunia, cinta, kesabaran, dan kegigihan.
Selanjutnya...
|
The Name Of The Rose (Bhs Indonesia)
Minggu, 20 Desember 2009 06:12
Administrator
The Name Of The Rose Pengarang : Umberto Eco Umberto Eco adalah profesor semiotik di Universitas Bologna. Karyanya yang lain adalah Foucault’s Pendulum, The Island of the Day Before, dan tiga kumpulan esai populer Travels in Hyperreality, Misreadings, dan How to Travel with a Salmon and Other Essays. The Name of the Rose, novel yang terjual lebih dari lima puluh juta eksemplar di seluruh dunia ini bercerita tentang misteri pembunuhan di sebuah biara. Biara Benediktin yang biasanya tenang dan damai oleh doa para rahib dan novis itu dikejutkan oleh serangkaian kematian misterius. William, sebagai inkuisitor Fransiskan, bertugas menyelesaikan kasus ini sebelum utusan Paus tiba di biara itu. Petunjuk yang William peroleh mengarah kepada penghuni biara. Tetapi siapa? Bagaimana mungkin para rahib yang hari-harinya diisi dengan berdoa dan melakukan kebaikan bisa melakukan tindakan sekeji itu? Apa pula tujuan pembunuh para rahib itu?
Selanjutnya...
The White Castle - Orhan Parmuk
Minggu, 20 Desember 2009 06:06
Administrator
The White Castle Pengarang : Orhan Parmuk
Cerita berkisah tentang kehidupan seorang asal venesia yang konon menjalani kehidupan sebagai seorang budah di Istanbul, Turki, pada sekitar abad ke 17. Karena pengetahuannya yang luas, sang tuan yang sangat mirip dengannya berusaha dengan segala cara menggali semua pengetahuan sekaligus menguras semua pengalaman hidup si budak. Tuan dan budak harus mengarang banyak cerita ajaib dan menafsirkan mimpi sultan yang mereka abdi, termasuk merancang sebuah senjata pamungkas yang hebat. Ketika senjata aneh yang di anggap pembawa sial itu gagal menaklukkan Istana putih, kehidupan mereka pun terancam, terutama si budak kafir itu. Pertukaran jati diri di antara keduanya, yang terjadi di sepanjang kisah, diungkapkan dengan cara unik dan membuat pembaca bertanya-tanya apakah menjalani kehidupan orang lain memang bisa membuat kita bahagia.
Selanjutnya...
|
Samita, Sepak Terjang Hui Sing Murid Perempuan Cheng Hoo
Minggu, 20 Desember 2009 06:06
Administrator
Samita, Sepak Terjang Hui Sing Murid Perempuan Cheng Hoo Pengarang : Tasaro Hui Sing harus meninggalkan Tionkok, mengikuti gugurnya, Laksamana Cheng Ho. Sampai di tanah Jawa, gadis belia ini terjebak dalam perseteruan berdarah antara majapahit dan Blambangan. Cintanya jatuh kepada orang yang salah, bahkan nyawanya terancam oleh pengkhianatan beruntun. Dalam harapan yang hampir putus, napas nyaris mendekati ujungnya, Hui Sing memutuskan untuk bangkit, melawan takdir! Novel berlatar belakang keruntuhan kejayaan Majapahit ini menghamparkan perjuangan panjang seorang pendekar Muslimah dalam menemukan jati dirinya. Terpisah ribuan mil dari tanah kelahirannya, Hui Sing berjuang seorang diri meredam pengkhianatan, menundukkan penguasa bodoh, sekaligus menemukan cinta sejatinya. Tasaro adalah penulis muda yang mau berkeringat dan berdialog dengan sejarah. Semoga Tasaro terus bersemangat menggali warisan sejarah.
Selanjutnya...
Kite Runner ( Khaled Hosseini )
Minggu, 20 Desember 2009 06:01
Administrator

Kite Runner Pengarang : Khaled Hosseini
Aku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan, untuk menentukan apa jadinya diriku. Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hassan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku. Atau aku bisa melarikan diri. Akhirnya, aku melarikan diri. Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya. Saudaranya. Rasa bersalah menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah satu-satunya pilihan yang ada. Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecilnya. Seperti layang-layang putus, sebagian dari dirinya terbang bersama angin. Tetapi, masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam pun senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangannya yang mewujud kembali.
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 2 |