Koalisi Dengan Allah SWT
Senin, 05 April 2010 02:57
Administrator
Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany-Pagi hari bertempat di Madrasahnya bertepatan tanggal 16 Rajab 545 H. Nabi saw, bersabda: “Tertlaknat…terlaknat! Siapa pun yang andalannya adalah makhluk seperti dirinya.” Betapa banyak manusia yang masuk dalam laknat ini, hanya sedikit
sekali yang berpegang teguh pada Allah Azza wa-Jalla, namun siapa yang berpegang teguh kepada Allah, “Ia benar-benar berpegang pada tali yang kokoh.” (Al-Baqarah 256), Tetapi siapa yang berpegang teguh pada makhluk sesamanya ibarat orang yang menggenggam air, ketika ia membuka tangannya, segalanya sudah tiada.
Celakalah anda. Makhluk menunaikan kebutuhanmu, sehari, dua hari, tiga hari, sebulan atau setahun dan dua tahun. Namun di akhirat, justru semua itu membuatmu gelisah. Seharusnya anda sejak awal bergabung kepada Allah Azza wa-Jalla, memohonkan hajatmu kepadaNya, karena bersamaNya tidak membuatmu sengsara dunia akhirat.
Selanjutnya...
Habib Abdul Qadir bin Ahmad As-Saqqaf, Ulama Habaib Kini Yang Sedang Uzur
Rabu, 13 Januari 2010 11:58
Administrator
Habib Abdul Qadir bin Ahmad As-Saqqaf, Ulama Habaib Kini Yang Sedang Uzur
Habib Abdul Qadir bin Ahmad As-Saqqaf dilahirkan di Kota Seiwun, Hadramaut pada tahun 1331/1911. Ayahanda beliau Habib Ahmad bin Abdur Rahman As-Saqqaf adalah seorang ulama terkemuka di Hadhramaut yang menjadi pengganti kepada Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi, penyusun Simthud Durar. Selain belajar daripada ayahandanya sendiri, beliau juga belajar dengan Syeikh Taha bin Abdullah Bahmid. Beliau juga belajar di Madrasah an-Nahdhatul Ilmiyyah dan telah menghafal al-Quran serta menguasai qiraah as-sab'ah daripada gurunya Syeikh Hasan bin Abdullah Baraja'.
Lihat bagaimana pemuka habaib menuntut ilmu bukan sahaja daripada kalangan mereka sahaja, tetapi kepada ulama lain yang alim walaupun tidak senasab dengan mereka. Pelik dengan sikap segelintir yang hanya mahu belajar daripada ulama yang sama senasab dengan mereka, jalan siapa yang kamu turuti sebenarnya. Sungguh para salaf kamu terdahulu menuntut ilmu daripada ulama tanpa melihat asal keturunan mereka hatta Imam al-Haddad mempunyai guru daripada kalangan masyaikh.
Selanjutnya...
2012 antara MITOS dan BISNIS Film
Rabu, 18 November 2009 23:57
http://yepiye.wordpress.com
Film 2012 hasil karya terbaru Sutradara Roland Emmerich yang merupakan spesialis pembuat film kiamat dan bencana, akan menambah keriuhan di media internet dan infotainment mengenai kiamat yang bakal terjadi tanggal 21 December 2012.
Sebelumnya juga ada kurang lebih 10 buku yang mengulas tentang hari kiamat akan datang pada tahun 2012 di amazon.com dan beberapa film dokumenter lainnya.
Buku teranyar yang mengulas tentang Hari Kiamat 2012 adalah karya Lawrence E.Joseph yang berjudul “Apocalypse 2012 : A Scientific Invertigation into Civilization’s End ” . Buku yang diterbitkan tahun 2007 dan juga telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul ” Hari Kiamat 20012 : Investigasi Akhir Zaman “
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 19 November 2009 00:16 )
Selanjutnya...
Dia, Saya dan Takwa
Kamis, 12 November 2009 00:21
A. Mustofa Bisri
Kedatangannya hari itu ke rumah saya merupakan kejutan. Pada waktu berkenalan di Jakarta pertama kali beberapa tahun yang lalu, dia kelihatan seperti tidak begitu mengacuhkan saya, sampai saya merasa tidak enak sendiri. Mereka telah mengusiknya. Sekarang, tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba dia datang ke gubug saya. Saya gembira sekali.
Dia datang menjelang maghrib dan shalat bersama para santri di surau saya yang tidak ada mihrabnya. Waktu wiridan dia sempat saya perhatikan. Dia yang mengenakan celana jeans dan gundulan, keliatan begitu mencolok di tengah para santri yang bersarung dan berpeci. Tapi mencolok lagi kekhusyukan yang wajar. Dan entah mengapa tiba-tiba saya teringat hadist, “ Al-Muslimu miraatu-l-muslimin.” Orang Islam adalah cermin orang Islam yang lain. Dan saya ingin bercermin pada diri tamu saya yang khusus ini.
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 12 November 2009 22:11 )
Selanjutnya...
Pemimpin yang Kuat dan Amanah
Kamis, 12 November 2009 00:21
A. Mustofa Bisri
Seperti kita ketahui, ketika Rasulullah SAW wafat, beliau tidak berwasiat atau menunjuk dengan tegas seseorang sebagai gantinya, khalifahnya. Namun, ada semacam isyarat yang mengarah kepada shahabatnya yang paling dekat, sahabat Abu Bakar Shiddiq r.a.
Shahabatnya yang sekaligus juga mertuanya ini yang diminta mewakilinya menjadi imam shalat saat beliau sudah sangat payah. Dan ternyata musyawarah antara dua kelompok sahabat-Muhajirin dan Anshar-di Saqiefah Bani Sa’idah akhirnya memilih shahabat Abu Bakar r.a. sebagai khalifah pertama.
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 12 November 2009 22:14 )
Selanjutnya...
Sufi Memandang Kekuasaan
Kamis, 12 November 2009 00:16
A. Mustofa Bisri
Khazanah tasawuf mengenal sebuah kitab sufi klasik berjudul Kasyful Mahjub. Kitab ini ditulis oleh al-Hujwiri yang hidup pada abad kelima Hijriyah. Dari segi fikih, al-Hujwiri mengikuti Imam Abu Hanifah. Dalam Kasyful Mahjub, al-Hujwiri banyak bercerita tentang kisah gurunya itu.
Abu Hanifah hidup pada masa kekuasaan Khalifah al-Mansur dari Dinasti Abbasiyah. Pada suatu saat, khalifah bermaksud untuk mengangkat seseorang sebagai Hakim Agung, waktu itu disebut dengan gelaran Qadi. Sezaman dengan Abu Hanifah, hidup pula tiga orang ulama besar lain, yaitu Sufyan al-Tsauri, Mis’ar bin Qidam dan Syuraih. Khalifah al-Mansur ingin memilih salah satu dari para ulama ahli fikih di kerajaannya untuk dijadikan Qadi.
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 12 November 2009 22:13 )
Selanjutnya...
Memilih Pemimpin Bangsa
Kamis, 12 November 2009 00:09
A. Mustofa Bisri
Beruntunglah kita, memiliki calon-calon presiden dan wakil presiden yang hebat. Semuanya berpengalaman memimpin. Semuanya memikirkan rakyat. Semuanya dekat dengan umat Islam. Semuanya melindungi kaum minoritas. Semuanya ingin mensejahterakan kita. Semuanya adalah tokoh-tokoh Indonesia tulen.
Kalau pun ada issu macam-macam, itu hanyalah dinamika kampanye. Sering kali tim sukses masing-masing calon memang lebih bersemangat katimbang calon-calonnya sendiri. Tak ubahnya supporter sepak bola yang terlalu bersemangat mendukung kesebelasannya , seringkali tim sukses dan pendukung capres/cawapres lupa bahwa semua calon itu bersaudara. Sama-sama warga Indonesia yang ingin kebaikan Indonesia.
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 12 November 2009 22:08 )
Selanjutnya...
|
|